Tingkat Konflik Pertemanan Pada Siswa Kelas XI Yang Mengikuti Kegiatan Upgrading di SMA Negeri 1 Karangdowo Klaten Jawa Tengah

Authors

  • Riza Cahya Ningruum Universitas Sanata Dharma, Indonesia
  • Bernardinus Agus Arswimba Universitas Sanata Dharma, Indonesia

Abstract

Abstract: Friendship conflict is a common issue among adolescents, especially through intensive peer interactions. This study aimed to identify the level of friendship conflict among eleventh-grade students participating in upgrading activities at SMA Negeri 1 Karangdowo and determine high-scoring items as a basis for guidance and counseling services. This descriptive quantitative study involved 44 students. Data were collected using a friendship conflict scale consisting of interpersonal conflict, group conflict, value conflict, and communication misunderstanding aspects, and analyzed using descriptive statistics. The results showed that 61% of students were in the high category, 30% in the very high category, and 9% in the moderate category, with no students in the low or very low categories. Twenty-five items were identified as high and used as the basis for developing guidance and counseling topics related to effective communication, emotional management, empathy, and conflict resolution. The findings emphasize the role of guidance and counseling services in supporting students to manage friendship conflicts.

Keywords: friendship conflict, upgrading activities, high school students, guidance and counseling.

Abstrak: Konflik pertemanan merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul pada masa remaja akibat intensitas interaksi sosial dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konflik pertemanan siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan upgrading di SMA Negeri 1 Karangdowo serta mengidentifikasi butir item dengan skor tinggi sebagai dasar penyusunan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 44 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala konflik pertemanan yang mencakup aspek konflik interpersonal, konflik kelompok, konflik nilai, dan kesalahpahaman komunikasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% siswa berada pada kategori tinggi, 30% kategori sangat tinggi, dan 9% kategori sedang, sedangkan tidak terdapat siswa pada kategori rendah maupun sangat rendah. Sebanyak 25 butir item berada pada kategori tinggi dan menjadi dasar penyusunan topik layanan bimbingan dan konseling mengenai komunikasi efektif, pengelolaan emosi, empati, dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa mengelola konflik pertemanan secara positif.

Kata kunci: konflik pertemanan, kegiatan upgrading, siswa SMA, bimbingan dan konseling.

Downloads

Published

2026-08-30

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.